sobat biologi

Sunday, October 12, 2014

penjelasan jamur (fungsi/ciri-ciri)

hai sobat blogger pernahkah kalian memperhatikan anyaman benang putih yang merekatkan kedelai pada tempe? pernah pulakah kalian memperhatikan anyaman yang tumbuh pada roti yang telah lama berada di tempat lembap? yuppps benar itulah jamur. beraneka jenis jamur pun dapat di konsumsi, contohnya; jamur kuping dan jamur merang. jamur-jamur tersebut dapat kita olah misal sop jamur dan beraneka masakan yang lezat. selain itu jamur juga dapat di gunakan bahan-bahan untuk obat, kita harus bersyukur pada tuhan yang maha esa karna menciptakan organisme yang bermanfaat bagi manusia.
   dalam sistem klasifikasi dua kingdom,jamur di kelompokan sebagai tumbuhan. namun dalam sistem klasifikasi lima atau enam kingdom oleh ittaker, jamur di klasifikasikan dalam kingdom tersendiri, yaitu kingdom fungsi.
   jamur mempunyai bentuk kehidupan yang istimewa, sangat menarik untuk di pelajari. oleh karna itu, jamur di tempatkan kindom tersendiri, sesunguhnya apakah jamur itu? bagaimana sifat dan kehidupan jamur itu? jamur apa saja yang menguntungkan dan yang merugikan, berikut saya jelaskan 

ciri-ciri jamur 

1.struktur tubuh
   hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari subtrat. haustoria dapat menembus substrat.

2.cara makan dan habitat jamur 
   semua jenis jamur bersifat heterotof. untuk memperoleh makanan jamur menyerap zat organik dari lingkunganmelalui hifa dan miseliumny, sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif atau saprofit. cara hidup jamur lainya adalah simbiosis mutualisme. 

3.pertumbuhan dan reproduksi 
   reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). secara aseksual jamur menghasilkan spora.

klasifikasi jamur

1.zygomycota 
   ciri-ciri: 
   dinding sel tersusun atas kitin.hifa berfungsi untuk menyerap makanan yang di sebut rhizoid 
   reproduksi aseksual:
   bila spora jatuh di tempat yang cocok akan menjadi hifa baru. hifa bercabang cabang membentuk              
miselium. tubuh jamur terdiri atas rhizoid, sporangiofor dengan sporangiumnya dan stolon. sporangium menghasilkan spora baru.
    reproduksi seksual:
  kedua ujung hifa mengelembung membentuk gametangium yang terdapat banyak inti haploid. inti haploid gametangium melebur membentuk zigospora diploid. zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium. di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora haploid. spora haploid keluar, jika jatuh di tempat cocok akan tumbuh menjadi hifa.

2.ascomycota
   ciri-ciri:
   hifa bersekat-sekat dan tiap sel biasanya berinti satu. atau ber sel banyak. beberapa jenis ascomycota dapat bersimbosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak. mempunyai alat pembentuk spora yang di sebut askus yaitu suatu sel yang berupa gelembung /tabung tempat terbentuknya askospora.dinding sel dari zat kitin.
   reproduksi vegetatif
 a.dengan tunas contohnya pada sacharomyces.
 b.dengan komidi (komidiospora) contohnya pada fusarium.
 c.dengan klamidospora yaiutu spora yang berdinding tebal dan bentuk tak beraturan.
 d.dengan fragmentasi yaitu dengan pemotongan cabang-cabang dari miselium yang kemudian tumbuh
menjadi indivindu baru.

  reproduksi generatif 
membentuk spora generatif di dalam askus (askospora). askus-askusnya terkumpul dalam suatu tubuh buah (askokarp).contoh sacharomyces cereviceae, penicillium chrysegonum, penicillium, notatum, neurospora sitophilla, neurospora crassa, penicillium camemberti.

3.basidiomycota 
   ciri-ciri: 
   hifanya bersekat, mengandung inti hiploid.mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri atas bagian batang dan tudung, tubuh buah disebut basidiokarp. reproduksi secara seksual dan aseksual. contohnya: volvariella volvacea (jamur merang), auricularia politricha (jamur kuping) 

4.deuteromycota 
   ciri-ciri:
   a.hifa bersekat dan dinding sel tersusun dari bahan kitin 
   b.bentuk spora secara vegetatif dan tidak di ketahui fase kawinya (jamur tidak sempurna atau imperfekti)
   c.reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum di ketahui 
   d.banyak yang bersifat merusak/menyebaban penyakit pada hewan ternak, manusia, dan tanaman budidaya, contohnya: epidermophyton floocosum, memyebabkan kutu air. epidermophyton, microsporum, penyebab penyakit kurap